Sinopsis Unsung Cinderella: Midori, The Hospital Pharmacist Episode 4 Part 2 – Apabila Kamu menjajal lihat daftar lengkap dari serial dorama ini sanggup eksklusif di goresan pena yang ini. Selain itu, Kalian juga sanggup lihat Episode sebelumnya baca di sini.

Aoi dan Aihara mendatangi ayahnya Hakura Tuan Hakura Duit. Diketahui ayahnya dirawat akhir kecelakaan dan mengalami gangguan leher yang disebabkan cedera leher dimengerti juga selaku leher kaku. Aoi tanya kecelakaan apa itu? Nyonya Hakura menginformasikan kecelakaan pribadi. Aihara menebak beliau menabrak dinding. Hakura duit pikir dokter menyampaikan hal yang sama. Dia nyuruh berhenti mengulang kata kata dokter. Aoi tanya lagi apa Hakura duit punya penyakit atau mengonsumsi obat dalam jangka panjang? Dia bilang tidak. Aoi bilang tekanan darahnya cukup tinggi.apa beliau menjalani perawatan? Ayah menjajal berbaring.ia terlihat kesal.
“ Hei ada apa dengan RS ini? Apa semua pasien dirawat oleh apoteker ? Cukup pergilah sekarang!” Aoi minta maaf sebelum pergi.

Aoi ditelepon Seno untuk secepatnya ke UGD. Aoi beralri ke sana. Ia mengetahui pasien itu Tatsukawa Juri. Seno menginformasikan beliau kehilangan kesadaran tapisudah pulih. Mereka masih mencari penyebabnya. Seno tahu Juri anak pemilik kedai makanan yang senantiasa dihadiri Aoi. Aoi heran seno tahu. Seno ngasih tahu Onozuka yang memberitahunya. Aoi terkejut menyaksikan Onozuka di sana

“ Onozuka sedang apa kau di sini?”
“Dia pingsan dikala berbelanja barang di apotekku.”
Pak Tatsukawa ke sana dan terlihat khawatir. Onozuka pamit akan kembali bekerja. Dia menginformasikan Aoi bahwa yuri ke apoteknya untuk berbelanja obat tidur. Aoi terkejut.

Seno keluar. Ia menyaksikan Onozuka dan menyapanya. “ Lalu apa yang terjadi? Kamu telah damai dan menelepon ambulan kali ini?”
“Kurasa begitu.”
“Bagaimana dengan seminarnya?”
“Aku tidak mempunyai waktu untuk menghadiri seminar.”
Lalu Onozuka pergi.

Pak Tatsukawa terkejut.saat tahu putrinya mengalami gangguan makan padahal putrinya tidak makan banyak. Dokter menginformasikan tenggorokkannya bengkak. Sepertinya Juri sering muntah. Aoi memberitahunya Juri pergi ke apotek untuk berbelanja obat tidur. Tatsukawa kelihatannya terkejut mendengar itu. Dokter menerangkan muntah mungkin terjadi lantaran stres. Mungkin beliau tidak sanggup makan banyak lantaran muntah. Apa Tatsukawa menyadari sesuatu?

Tatsukawa menginformasikan dokter jikalau Juri jarang mengatakan dengannya belakangan ini. Dokter menginformasikan Juri kurang gizi dan mesti dirawat di Rumah sakit untuk sementara. Pak Tatsukawa terkejut. Aoi menerangkan tidak cuma pasien yang perlu tahu soal gangguan makan orang orang disekitar pasien mesti mengerti. Apa lantaran pergantian dalam hidupmu? Tatsukawa pun menceritakan bahwasanya ayahnya yang tinggal dengannya juga ada di rumah sakit lantaran menderita kanker lambung stadium akhir. Dia merasa hidup ayahnya tidak akan usang lagi dan Juri tahu soal itu. Sejak itu beliau berhenti bicara dengan ayahnya.

Di kamarnya Juri sedang mencari tahu di internet wacana “Rasa sakit lantaran pengobatan kanker” “ Rasa sakit yang berhubungan dengan tubuh”
Aoi mengunjunginya. Aoi memperkenalkan dirinya dan ia yang mengatasi kasusnya. Aoi mengingatkan juri mereka berjumpa di restoran. Aoi bilang ia konsumen tetap. Aoi ingin mengundangnya dan ayahnya menyimak kuliah. Kemudian pak Tatsukawa masuk ke kamarnya. Aoi menjelaskan, “kamu diresepkan dengan obat yang sanggup menenangkanmu. Ini disebut sertraline. Silakan minum satu tablet sehari sehabis makan malam. Ada pertanyaan?”
“Juri saya mendengarnya dari dokter . maafkan aku. Aku tidak menyadari kau menderita. Biarkan saya mengatasi penyakit kakek. Kamu cuma perlu mempertahankan dirimu sendiri.” Kata tatsukawa pada putrinya.

Kakek juri tetiba ke sana.Kakek bahagia menemukannya.Tapi kakek terkejut mendengar cucunya dirawat disana. Kakek menanyakan keadaannya. Juri bilang ada yang salah dengan perutnya dan beliau berbohong akan pulang besok. Kakek pun senang. Juri minta maaf telah menghasilkan kakeknya khawatir. Kakek bilang selama Juri baik baik saja. Lalu kakek menyaksikan pak tatsukawa dan mengingatkan beliau mesti mempertahankan restoran. Kakek juga bilang pada juri beliau akan sembuh dan boleh pulang secepat mungkin. Yuri mengangguk lrmah. Kakek merasa tubuhnya lemah jikalau tidak kembali melakukan pekerjaan dan tidak sanggup menerimanya.

Seno dan Aoi sedang piket malam. Aoi sedang menyaksikan di layar komouter. Seno dibelakangnya ikut membaca “ kanker lambung stadium simpulan “ menghasilkan Aoi terkejut. Seno tanya Aoi yang mengatasi pasien kanker. Aoi bilang pasien itu kakeknya Tatsukawa Juri. Seno menebak gadis yang dirawat hari ini? Aoi merasa Juri mengalami gangguan makan lantaran mengkhawatirkan kakeknya. Namun juri menolak menginformasikan apapun. Aoi resah apa yang mesti dilakukannya. “ kenapa kau bertindak menyerupai orang baru? Dokter bertugas mendiagnosis sementara para apoteker mengatasi pasien dan orang orang disekitar mereka. Mereka mesti bercerita pada beberapa orang?” tanya seno. Aoi membenarkan.

Pulang kerja Aoi ke restorannya pak Tatsukawa. Di sana ada Onozuka yang lagi makan. Pak tatsukawa memberinya banyak pangsit kukus lumpia udang selaku ucapan terima kasih pada Onozuka. Pak Tatsukawa juga berterim kasih pada Aoi lantaran telah mempertahankan Juri. Aoi terlihata sungkan beliau merasa tidak melaksanakan apapun.

Aoi mengikuti Pak Tatsukawa untuk tanya beliau yang tak menginformasikan ayahnya apa yang sebenarnya? Pak tatsukawa menginformasikan neneknya meninggal lantaran kenker lambung. Dia sungguh menderita lantaran obat anti kanker. Tatsukawa sungguh tidak tahu cara mengatakannya pada ayahnya.
“Juri paham kenapa kau menyembunyikannya dari ayahmu?”
“Aku tidak tahu. Aku mempunyai ide merahasiakannya. Juri sungguh akrab dengan kakeknya. Ini pukulan telak bagiku. Itu sebabnya saya tidak sanggup mempertahankan perasaannya.Juribaru saja mengirimiku pesan. Dai melarangku menginformasikan ayahku bahwa beliau masuk RS. Dia tidak mau kakeknya mengkhawatirkan gangguan makannya. Seharusnya beliau memgkhawatirkan dirinya sendiri. Dai sungguh menderita hingga beliau tidak sanggup makan dengan baik dan pingsan. Putriku ini…”
Aoi diam. Onozuka minta Aoi mempertahankan Juri.

Aoi mendatangi Juri di kamarnya dengan menenteng Koharu. Aoi memperkenalkan Koharu pada Juri. Minoshima Koharu memperkenalkan diri dengan ceria pada Juri. Dia berusia 20 tahun dirawat lantaran leukimia dan masih menjalani perawatan di pediatri. Koharu menyediakan koleksi gaunnya pada Juri. Dia merasa kurus kini dan merasa Juri cocok memakai gaunnya. Koharu akan meminjamkan gaunnya pada Juri untuk dipakai juri mendatangi kakeknya.

Juri mendatangi kakeknya memakai gaunnya Koharu. Kakek terlihat bahagia dan menduga juri telah boleh pulang. Kakek menyaksikan juri berdandan beliau menduga Juri akan berkencan. Juri bilang tidak. Dai gres berbelanja gaun baru. Kakek pikir pangerannya kesudahannya muncul.
Aoi membisu diam terharu menyaksikan mereka dari luar.

Aoi ke ruang farmasi. Aoi menyaksikan Hakura dikerubungi beberapa orang.Hakura kelihatannya sedang menyediakan tesisnya pada mereka. Aoi tanya pada Aihara apa yang terjadi? Aihara ngasih tahu ayahnya Hakura yakni seorang neurologi karena itu semua dokter dari departemen itu tiba dan meminta pertolongan Hakura.

Kudo ikut nimbrung dan menyediakan foto ayah Hakura di ponselnya. Dia yakni Kepala RS Hakaru di Ibaraki. Karena beliau berasal dari kelaurga dokter beliau cukup terkenal di kota ini. Aihara tak tahu Hakura berasa daru keluarga kaya. Kudo menyediakan lagi ayah hakura ketua dewan farmasi Kanto yang kabarnya mempunyai bunyi mempunyai efek dalam urusan farmasi. Aihara pikir patut saja Bu Handa tetap semangat.

Bu handa bilanh beliau senantiasa berharap banyak kepada Hakura. Lalu hakura pamit pada mereka. Bu handa mengejarnya dia minta tolong Hakura untuk diperkenalkan pada ayahnya. Hakura menebak Bu handa yang ingin menjadi anggota dewan farmasi. Bu Handa pura pura tak tahu tujuannya dan minta Hakura berhenti bersikap bodoh. Bu handa cuma ingin menyapanya selaku atasan putranya. Hakura memastikan lebih baik tidak berjumpa ayahnya.
“ Apoteker yakni budak para dokter. “
“Aku tidak mengetahui tetapi saya sanggup mendapatkan komentar apapun dari ayahmu.”
Bu handa bicara menyerupai itu dan ada Kariya melalui mau mengambil obat. Bu handainta maaf menghalanginya.

Aihara ngobrol sama Hakura.
“ Kamu besar di keluarga ini kenpa kau tidak menjadi dokter?”
“Bukan lantaran saya tidak mau menjadi dokter. Itu lantaran saya tidak bisa. Aku mengulang kelas dua kali namun tetap tidak sanggup lulus.”
“ Ada banyak orang yang tidak sanggup lulus dari sekolah kedokteran.” Sahut kudo.
“Aku gagal uijan. Aku bodoh.”
“Bagaimana perasaanmu menjadi apoteker ?”tanya Aoi.
“Aku merasa sungguh nyaman. Tidak perlu bertanggung jawab selaku dokter.”
Aoi mengangguk. Lalu Kariya memerintahkan mereka kembali bekerja. Aoi memandang iba pada Hakura.

Hakura teringat dikala ia masih bicara dengan ayahnya Hakura Duit.
“Kamu akan mengalah menjadi dokter? Kalau begitu kau tidak mempunyai peluang duduk di kursi ini. “ kata ayahnya marah.
“Namun saya akan menjadi apoteker.” “Apoteker hanyalah budak para dokter. Kamu bukan lagi serpihan dari keluarga kami. Keluar sekarang!”
Ayahnya murka dan menghalau Hakura.

Waktu sekarang. Bu Handa menemui ayah Hakura. Bu handa memperkenalkan diri selaku Kepala Departemen Farmasi Dari Rumah sakit Yorozu. Bu handa minta beliau memberitahunya jikalau ada masalah. Lalu bu handa mendapatkan telepon terkait Hakura. Sepertinya tuan Hakura duit mendengarnya.

Bu Handa telah hingga di ruang farmasi dan menyerahkan formulir resep pada Hakura. Bu Handa tanya hakura telah merencanakan resepnya. Hakura mengiyakan. Aihara menginformasikan kemarin hakura telah melaksanakan rapat resep. Bu handa menginformasikan pasiennya kelihatannya mengalami tinitus. Ibunya membawanya ke dokter Ikematsu untuk investigasi ulang.Hakura terkejut. Resepnya terlampau banyak menurut beratnya. Ada yang salah dengan resep dokter Ikematsu bukan? Hakura mengangguk. Bu handa menerangkan tetapi mereka tidak sanggup membiarkan dokter meminta maaf. Bu handa akan menjelaskannya pada pasien.

Aoi merebut formulir resep dari tangan Bu handa. Dan memerintahkan Hakura yang pergi.Itu stempelmu bukan? Kamu tudak sanggup menyalahkan resep dokter kau juga mesti bertanggung jawab.

Hakura kemudian meminta maaf pada keluarga pasien. Dokter memintanya berhati hati lain kali.(bknya beliau yg slh kn hakura udh nglkuin rapat resep)
Kebetulan Hakura Duit ayahnya menyaksikan tragedi itu. Ia menghampiri Hakura. “Kamu hanyalah budak para dokter.” Ejeknya kemudian pergi.
Aoi dan aihara terlihat iba melihatnya.

Hakura duit tetiba terjatuh. Hakura ingin menolongnya tetapi ayahnya menolak bantuannya. Ibunya Hakura datang. Dia mengkhawatirkan suaminya. Tuan Hakura murka “kamu mengirimku ke tempat tinggal sakit ini lantaran beliau di sini? Lalu beliau mendorong istrinya. “ saya ingin pindah ke tempat tinggal sakit lain sekarang. Lakukan prosedurnya.” Aoi terlihat ketakutan menyaksikan kepergiannya.

Ibu Hakura menginformasikan mereka ayahnya telah boleh pulang besok. Aoi tanya penyebab Tuan hakura nyaris pingsan. Ia juga menginformasikan Nyonya Hakura sebelum itu Pak Hakura tidak sanggup memperoleh kamarnya sendiri. Selain itu beliau memakai kaos kaki di kakinya yang salah. Hakura tak mengetahui mengerti maksudnya.
Ibu menerangkan kesehatan ayahnya memburuk. Pada mulanya tekanan darah tinggi dan pusing kemudian beliau melewatkan banyak hal. Ibu menyampaikan kecelakaan itu terjadi lantaran beliau resah antara pedal gas dan rem. Ini kerusakan kognitif ringan.Aoi menyarankan investigasi otak.

Ibunya Hakura bilang tidak. Suaminya seorang pakar di bidang neurologi. Dia cuma perlu menyaksikan laporan MRI. Dia terlalu takut untuk menyaksikan laporannya. Orang yang mendiagnosis orang lain dengan kerusakan kognitif tidak berani mendiagnosis dirinya sendiri. Rasanya lucu.

“Ryu bisakah kau membujuknya? Untuk mengerjakan investigasi otak?”
“Dia tidak mendengarkanku.”
“Kamu cuma perlu bilang saya akan berupaya keras untuk menjadi dokter. Aku akan menggantikan rumah sakit. periksakan saja”
“Kamu serius?”
“Ayahmu tidak sanggup melupakanmu sehabis kau pergi. Sejak beliau menyediakan tanda-tanda demensia dini beliau menanyakan tentangmu. Pasti lantaran beliau mesti pensiun dari kantor. Dia memikirkanmu lagi. Dia berharap kau sanggup menggantikan rumah sakit.”
“Apa gunanya menyampaikan ini?”
“Jika kau punya tekad masih belum terlambat. Tolong pikirkan hal itu.”
Hakura membisu sejenak kemudian melangkah pergi.