Sinopsis Drama Thailand Bad Genius The Series Episode 8 Part 2 (Recap Full) – Untuk menyaksikan daftar recap lengkap sanggup cek di goresan pena yang ini. Sebelum itu, wajib juga lihat Episode sebelumnya baca di sini. Bank dan Lin sukses menyelesaikan tugasnya, tetapi Bank ketahuan, bagaimana nasih mereka berdua selanjutnya?
Ujian Bagian Keempat akan secepatnya dimulai. Lin sudah berada di ruang ujian, pengawas yang berjaga juga memerintahkan penerima lain untuk secepatnya masuk ke ruangan.
Sementara itu Bank yang lagi ketakutan berupaya untuk kabur meninggalkan ujian. Dia sudah berada di pintu keluar dan menuruni tangga, tetapi sempurna sebelum cobaan dimulai, Dia berubah asumsi dan Bank kembali ke kawasan duduknya.

Lin menyaksikan ada sesuatu yang absurd terjadi pada Bank, Ia juga menyaksikan bab kaki Bank juga terlihat basah.
Setelah cobaan dimulai, Ia menjajal mengabaikannya dan menggarap seluruh soal.
Seorang pengawas STIC sedang berpatroli untuk menilik langkah-langkah apa pun wacana kecurangan. Ia memasuki toilet pria, dan menyaksikan ada kloset yang hancur.

Pria itu juga menyaksikan ada bekas pijakan di epilog kloset yang sudah hancur. Ia sukses mendapatkan kecurangan dan mengambil ponsel milik Bank. (tentunya ponsel tersebut masuk terkunci)
Pengawas yang mendapatkan kecurangan itu masuk ke ruang cobaan dan menginformasikan terhadap pengawas yang berjaga biar tidak memperbolehkan mereka keluar sehabis cobaan bab keempat berakhir.
Ketika Bank dan Lin sedang menghafal jawaban, pengawas itu mulai menilik satu persatu, berjalan menyusuri setiap siswa dan berhenti di Bank.

Pengawas curiga alasannya merupakan bab kakinya terlihat basah. Setelah mempertegas seluruhnya Bank karenanya mengakui jika ponsel yang pengawas peroleh itu merupakan miliknya. (kirain mau muntah.. )
Pengawas menenteng Bank untuk diinterogasi. Lin menangis dan alasannya merupakan insiden ini, mau tidak mau Lin mesti menghafal keseluruhan balasan tergolong soal esai.
Setelah menghafal keseluruhan soal, Ia mesti bergegas ke toilet. Tak punya pilihan lain, Ia memasukkan pensil ke dalam mulutnya sendiri sampai karenanya Lin muntah di lembar ujiannya.
Dia lari ke toilet, sementara itu pengawas mengingatkan jika Dia pergi sekarang, nilainya tidak akan dianulir / tidak sah.
Lin tidak mempedulikannya dan pergi ke toilet. Pengawas tersebut mengikuti Lin
Sementara itu di Thailand, hari kian siang. Semua orang yang ikut langkah-langkah curang mereka sudah berada di sana menanti jawaban.
Termasuk tukang ojek yang mau mengirim mereka sudah pada siap menanti sejak pagi.

Di kawasan ujian, Lin menjajal mengelak dan bergegas pergi ke toilet wanita. Pengawas dari kawasan cobaan mengejarnya dan Pengawas yang menangkap Bank juga menyaksikan Lin kemudian ikut mengejarnya.
Dia menyaksikan kecurigaan dari Lin yang tergesa-gesa lari ke Toilet, kemudian Lin sukses masuk toilet dan mengunci ruang toilet perempuan itu. Ia pergi mengambil ponsel dan mulai menampilkan jawaban.
Sementara itu pengawas yang merasa murka terus berada di luar toilet wanita, tetapi Lin mengabaikannya dan mengenang kunci balasan yang sudah Ia hafalkan.
Lin juga menyampaikan terhadap Pat dan Grace bahwa Bank sudah ketangkap. Pengawas itu mengundang petugas kebersihan untujk mengambil kunci cadangan.

Lin sendiri dalam kondisi ketakutan dan terus menghafal kunci jawabannya sampai seluruhnya karenanya sukses diberikan ke Grace tergolong soal esai yang menganalisis wacana teori Nelson Mandela bahwa pendidikan sanggup merubah dunia.
Semua siswa yang ikut langkah-langkah curang mulai ketakutan alasannya merupakan belum mendapatkan kunci jawaban.

Setelah Grace mendapatkan kunci balasan yang terakhir karenanya Grace dan Pat mencetak dan soal esai Ia kirim lewat pesan.
Setelah seluruhnya berhasil, Lin mengirim pesan terakhir tanda “X” yang artinya untuk meniadakan keseluruhan isi chat tersebut.
Grace kemudian meniadakan keseluruhan isi pesan chat ponsel Lin dan ponsel Bank. Pengawas itu sukses membuka pintu toilet perempuan yang terkunci.

Tetapi sebelumnya Lin dengan pandai sudah melepas busana luarnya dan pengawas itu terkejut di saat melihatnya. Ia memerintahkan Lin memakainya, dan ikut dengannya.
Di gudang percetakan, Pat, Grace, dan yang lain bergegas pergi menaiki ojek yang sudah mereka pesan ke kawasan cobaan STIC yang berjalan di Thailand.

Lin mengikuti pengawas yang murka itu, dikala di koridor, Ia menyaksikan petugas kebersihan dan tanpa diketahuan olehnya Ia menaruh ponsel tersebut ke dalam tas milik petugas kebersihan itu.
Lin berada di suatu ruangan bareng petugas wanita. Kemudian Ia menenteng Lin terhadap pengawas yang memergoki Bank.
Dari jendela, Dia menyaksikan Bank yang sedang diinterogasi. Lin menangis melihatnya tetapi berupaya terlihat kuat.
Bank tidak menampilkan balasan apa pun terhadap pengawas itu, kenapa Ia menyembunyikan ponsel di atas Plafon dan apa tujuan dari Dia sesungguhnya juga tidak dikenali oleh pengawas.
Pengawas tersebut mulai menginterogasi dan menanyai apakah mereka berdua saling berkaitan. Dia juga mengenali mereka berdua satu sekolah yang serupa di Thailand.
Dia mulai menanyakan hal mendetil, tergolong apakah Lin tiba ke Australia bareng dengan cowok yang berjulukan Bank.
Akhirnya Lin menampilkan jawabannya, bahwa Ia memang satu sekolah, tetapi tidak terlampau akrab. Lin juga menyampaikan jika mereka tidak tiba bersama, Ia berpura-pura tak mengenali jika Bank juga ikut dalam cobaan STIC.

Lin juga menyampaikan argumentasi kenapa Ia ikut cobaan di kawasan itu alasannya merupakan sehabis cobaan ini, Ia akan pergi ke kawasan Ibunya yang ada di kota Bathurst. Dia juga sudah berjanji akan berjumpa sehabis cobaan berakhir.
Pengawas tak yakin begitu saja, Dia memerintahkan Lin mengontak Ibunya. Lin mulai panik.

Namun takdir kelihatannya berpihak pada Lin. Pengawas perempuan tiba dan berkata jika Nyonya Nilthep Wa (Ibu Lin) datang. Lin maupun pengawas lelaki itu juga ikut terkejut.
Kredit Copyright Image by GMM TV and WeTV